Pesawat Pengangkut Jamaah Haji Indonesia Didenda

MAKKAH - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia terkena denda 120 ribu riyal atau sekira Rp452 juta dengan asumsi nilai tukar Rp3.770/riyal akibat delapan pesawatnya terlambat mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz.

Informasi yang diterima tim Media Center Haji (MCH) Makkah, Kamis (27/8/2015), menyebutkan denda oleh otoritas Bandara AMAA tersebut akibat delapan pesawat Garuda mendarat di luar jatah waktu pendaratannya, sebagai dampak penundaan visa sejumlah calon haji.

Jamaah yang sampai menjelang keberangkatan belum mendapat visa dari Kedubes Arab, terpaksa tertunda keberangkatannya dan kursi yang kosong diisi dengan calon haji lain yang telah memiliki visa. Proses inilah yang memakan waktu sehingga penerbangan Garuda mengalami keterlambatan di beberapa embarkasi.

Embarkasi tersebut adalah Ujungpandang (UPG) 1 yang terbang 21 Agustus dan tujuh penerbangan dari embarkasi Solo (SOC). "Dendanya, sekitar 15.000 riyal setiap pesawat," kata Manajer Operasional Garuda di Bandara Madinah, Saleh Nugraha.

Menurut dia, kasus denda pernah dialami Garuda pada 1995. "Kalau tahun kemarin pada gelombang pertama pemberangkatan haji, Garuda mencatat 97 persen on time performance (OTP) dari 206 penerbangan," paparnya.

Di sisi lain, AMAA merupakan bandara baru, sehingga pelayannya berbeda dengan Bandara King Abul Aziz, Jeddah. "Kalau di Jeddah kami mendapatkan form yang kemudian diisi dan diserahkan. Selanjutnya kalau di-aprrove berarti kita tidak dapat denda, jadi jelas. Kalau di Madinah ini tidak ada form, dan kami langsung dikenakan penalti," kata Saleh.

Sedangkan pihak Saudi Airlines yang juga mengangkut jamaah haji asal Indonesia menyatakan tidak mendapatkan penalti. "Kami tidak terkena penalti. Masih aman, Insya Allah," terang staf operasional Saudi Arabian Airlines di Bandara Madinah, Febi Martawardaya.

Saudi Airlines mengangkut jamaah dari empat embarkasi yakni Batam, Palembang, Surabaya dan Jakarta dengan 166 kloter. "Kalau yang mendarat di Madinah separuhnya. Sisanya mendarat di Jeddah," kata Febi.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedatangan dan Pemulangan Jamaah Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah Edayanti Dasril Munir ketika dikonfirmasi oleh tim MCH Madinah mengatakan keterlambatan penerbangan akibat perubahan manifest.

"Di kloter UPG (Ujungpandang) satu, terjadi delay (penundaan) kurang lebih sekitar dua jam. Dari embarkasi Solo pun demikian. Intinya karena bongkar pasang manifest. Ini efek domino," kata dia.

  • TPHD Bayar BPIH Penuh, Tidak Terima Dana Opti Dipostkan oleh Rista Aryansah

    25 Maret 2017, 15:29:39

    Jakarta (Sinhat)--Selang beberapa jam setelah penetapan besaran BPIH tahun 1438H/2017M oleh Kementerian Agama dan Panja Komisi VIII DPR RI, Direkto...

  • Pesawat Pengangkut Jamaah Haji Indonesia Dide Dipostkan oleh Rista Aryansah

    28 Agustus 2015, 00:00:00

    MAKKAH - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia terkena denda 120 ribu riyal atau sekira Rp452 juta dengan asumsi nilai tukar Rp3.770/riyal aki...

  • Himpuh Imbau Muslimin Waspadai Umrah MLM Dipostkan oleh Rista Aryansah

    12 Mei 2015, 00:00:00

    BANDUNG, (PRLM).- Himpunan Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) mengimbau agar kaum Muslimin mewaspadai dua hal yakni maki...

Polling result for this site

Kurang : 60 hits

Cukup : 90 Hits

Bagus : 99 Hits

Sangat Bagus : 55 Hits